free hit counter code

5 Alasan Kenapa Harga Smartphone Xiaomi Murah

5 Alasan Kenapa Harga Smartphone Xiaomi Murah

Smartphone flagship identik dengan kata mahal, contohnya pada Samsung Galaxy S7 yang dijual dengan harga 8 jutaan, Google Pixel XL dijual dengan harga 10 jutaan, dan iPhone 7 dijual dengan harga 8,6 jutaan. Padahal dengan spesifikasi yang bisa dibilang lebih powerfull, Xiaomi Mi6 yang belum lama ini diluncurkan hanya dipatok dengan harga 4,8 jutaan. Kok bisa murah? Pertanyaan ini juga berlaku untuk smartphone Xiaomi lain yang menurut para fansnya adalah smartphone yang paling worthed. Berikut ini adalah 5 alasan kenapa harga smartphone Xiaomi murah.

1. Iklan
Untuk menjawab pertanyaan itu yang paling mudah dengan cara mengutip omongan Donovan Sung, Direktur Produk Xiaomi Global, mengatakan "Kami tidak akan menghamburkan uang untuk iklan, itu bukan gaya Xiaomi.". Dibandingkan dengan merek lain yang gencar mempromosikan produk mereka melalui iklan di televisi, billboard, atau membayar artis sebagai brand ambassador, Xiaomi lebih memilih untuk mempromosikan produk mereka lewat forum-forum online, dan mengandalkan para fans mereka yang juga dikenal sebagai Mi Fans untuk menyebarkan informasi tersebut ke orang lain. Jadi biaya yang dikeluarkan Xiaomi untuk keperluan promosi pun terbilang sangat sedikit kalau dibandingkan dengan yang lain.

2. Sistem Penjualan Lebih Berfokus Pada Penjualan Online
Berbeda dengan Samsung atau Apple yang berani menginvestasikan banyak uang ke toko mereka, Xiaomi lebih memilih untuk fokus menjual produk mereka di toko online. Selain bisa menghemat biaya untuk membangun dan menyewa toko, mereka juga bisa menghemat biaya perawatan toko dan gaji karyawan. Belum lagi mereka juga bisa menghemat selisi harga tambahan yang jelas ada kalau mereka menitipkan produk mereka ke toko orang lain, toko-toko di ITC atau Mall pasti ingin untung juga karena mereka juga berjualan.

3. Jumlah Produksi yang Terbatas
Hugo Barra, wakil presiden Xiaomi menjelaskan kalau dengan memproduksi smartphone dengan jumlah terbatas, mereka bisa menyesuaikan harga smartphone tersebut dengan harga komponen yang semakin lama akan semakin murah. Jadi misalnya biaya produksi pertama adalah $200, maka Xiaomi akan menjualnya dengan harga $300, dan mendapatkan untung $100. Setelah smartphonnya habis terjual atau tersisa sedikit, maka Xiaomi akan kembali memproduksi smartphone tersebut dan menjualnya dengan harga yang lebih murah, karena ongkos produksi juga seharusnya akan lebih murah.

Selain bisa menghemat biaya, jumlah produksi yang terbatas ini juga memiliki keuntungan lain, contohnya promosi gratis kalau smartphonennya terjual dalam waktu yang sangat cepat, padahal hal tersebut wajar-wajar saja karena memang barang yang diproduksi jumlahnya sedikit.

4. Jenis Produk yang Sedikit
Smartphone Xiaomi hanya terdiri dari seri Redmi dan Mi, maka mereka bisa mengatur fokus pengembangan software dengan lebih mudah. Jenis spareparts yang dibutuhkan untuk memproduksi perangkat baru atau memperbaiki perangkat yang rusak pun bisa disediakan dengan lebih efektif dan efisien.

5. Untung Sedikit, Laku Banyak
Xiaomi menerapkan strategi mengambil selisih untung sedikit tetapi yang penting laku banyak, seperti yang diterapkan pada toko-toko grosir. Daripada dijual dengan harga mahal tetapi laku sedikit, lebih baik Xiaomi memang menjualnya dengan harga murah, sehingga banyak yang membeli produknya.

Dilihat dari 5 alasan tersebut, sepertinya strategi Xiaomi ini bagus sekali. Konsumen bisa mendapatkan smartphone dengan harga yang murah karena tidak perlu menanggung biaya iklan atau biaya lain-lainnya. Di dunia yang ideal, semua merek memang seharusnya mengikuti strategi ini.

Xiaomi pun pasti sudah merasakan efeknya karena mereka juga sudah mulai sedikit mengikuti sistem merek lain. Contohnya mereka sudah mulai menyewa artis lokal di Cina sebagai brand ambassador mereka, dan mereka juga sudah mulai membangun beberapa toko offline. Mungkin Xiaomi mengincar yang namanya "Cognitive Ease". Istilahnya, orang akan lebih nyaman dengan sesuatu yang lebih sering muncul di depan mereka. Samsung dan Oppo adalah contohnya, karena mereka sukses untuk selalu muncul di depan mata masyarakat, baik melalui iklan di televisi, billboard, atau iklan di internet. Keberadaan toko offline atau service center juga berpengaruh banyak bagi sebagian orang, karena merek yang sudah punya toko sendiri dan jumlahnya banyak, akan menimbulkan kesan kalau mereka adalah merek yang sudah besar dan terpercaya.

Strategi mereka jelas berhasil, karena Samsung dan Oppo sukses menempati urutan 1 dan 2 soal penjualan jumlah smartphone di Indonesia. Apakah Xiaomi akan mengikuti langkah mereka atau tetap memakai strategi awal?

Itulah 5 Alasan Kenapa Harga Smartphone Xiaomi Murah. Apabila ada pendapat, kalian bisa berpendapat melalui komentar di bawah dan sampai jumpa di artikel Saya selanjutnya.

Founder BonChandra.com | Seorang content writter sekaligus publisher yang selalu berbagi dan terus belajar untuk memberikan informasi dan berusaha memberikan solusi untuk masalah orang lain.

5 Responses to "5 Alasan Kenapa Harga Smartphone Xiaomi Murah"

  1. Ya, begitulah
    Harga murah spek WOW :)

    ReplyDelete
  2. Ooo... Pantesan, tp produknya bagus kok gan, ane pernah pake soalnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, emang kualitasnya bagus sih, ane juga pernah pake beberapa tahun.

      Delete
  3. Kirain gara-gara produk cina makanya murah gan xD. Ternyata teknik marketing toh wkwkkw

    ReplyDelete